Apa itu Perilaku Belanja Impulsif?

Apa itu Perilaku Belanja Impulsif?
Apa itu Perilaku Belanja Impulsif?


Apa itu Perilaku Belanja Impulsif? Perilaku Belanja Impulsif adalah suatu keputusan pembelian yang dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa direncanakan sebelumnya oleh konsumen. Hal ini dapat terjadi karena dorongan emosi atau ketidakpastian, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang yang mungkin terjadi setelah pembelian tersebut.

Contohnya, saat seseorang yang awalnya hanya ingin membeli satu produk saja, tetapi kemudian tergoda untuk membeli produk lain yang sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya, itulah yang disebut dengan perilaku belanja impulsif.

Perilaku belanja impulsif dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pendapatan, personalitas seseorang, ketersediaan waktu, lokasi, dan faktor budaya belanja setempat. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh orientasi kenyamanan dan persepsi desakan waktu.

Meskipun perilaku belanja impulsif dapat memberikan kepuasan secara instan, namun bisa berdampak negatif pada keuangan dan kesejahteraan seseorang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengelola perilaku belanja impulsif dengan baik.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Belanja Impulsif

Perilaku belanja impulsif dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti personalitas dan kebutuhan yang mendasar. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar yang mempengaruhi perilaku konsumen, seperti lingkungan toko dan promosi penjualan.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja impulsif:

  1. Personalitas seseorang: Sifat impulsif dan kurangnya kontrol diri merupakan faktor personalitas yang mempengaruhi perilaku belanja impulsif. Orang yang lebih mudah tergoda atau kurang sabar cenderung lebih rentan terhadap perilaku belanja impulsif.
  2. Orientasi kenyamanan (convenience orientation): Ketersediaan barang di tempat yang mudah dijangkau dan waktu yang terbatas dapat memicu perilaku belanja impulsif.
  3. Persepsi desakan waktu (perceived time pressure): Ketika seseorang merasa terburu-buru, seperti dalam situasi promo terbatas waktu, maka keputusan belanja impulsif akan lebih mudah terjadi.
  4. Faktor sosial: Orang yang sering terlibat dalam aktivitas sosial atau yang cenderung ingin tampil fashionable cenderung lebih rentan terhadap perilaku belanja impulsif.
  5. Faktor budaya belanja: Perilaku belanja impulsif dapat dipengaruhi oleh budaya belanja di tempat tertentu. Beberapa tempat mungkin memiliki budaya belanja yang mendorong konsumen untuk membeli produk yang tidak direncanakan sebelumnya.

Dalam upaya mengelola perilaku belanja impulsif, penting bagi konsumen untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya dan melakukan strategi pengelolaan yang tepat. Contohnya, seperti membuat daftar belanjaan sebelum berbelanja dan menghindari situasi promosi yang membuat merasa terburu-buru.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url