Impulse Buying: Keputusan dan Spontanitas Belanja


Keputusan Pembelian: Direncanakan dan Tidak Direncanakan

Impulse Buying: Keputusan dan Spontanitas Belanja

Dalam kegiatan berbelanja, terdapat dua jenis keputusan pembelian, yaitu direncanakan dan tidak direncanakan. Keputusan pembelian yang direncanakan adalah pembelian yang dilakukan setelah melalui pertimbangan yang matang, termasuk evaluasi terhadap produk, harga, kualitas, dan kebutuhan. Sedangkan keputusan pembelian yang tidak direncanakan adalah pembelian yang dilakukan secara spontan, tanpa direncanakan sebelumnya.

Keputusan pembelian yang direncanakan biasanya diambil setelah konsumen mempertimbangkan segala aspek yang terkait dengan produk yang akan dibeli. Konsumen akan melakukan riset terlebih dahulu untuk memilih produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Keputusan ini diambil dengan lebih rasional, karena didasarkan pada pertimbangan yang matang dan tidak terburu-buru.

Sedangkan keputusan pembelian yang tidak direncanakan dilakukan dengan spontanitas dan tanpa perencanaan sebelumnya. Konsumen biasanya tergoda oleh promosi, diskon, atau tampilan produk yang menarik di toko. Keputusan ini seringkali diambil dengan cepat, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari pembelian tersebut.

Kedua jenis keputusan pembelian tersebut memiliki peran yang berbeda dalam perilaku belanja konsumen. Keputusan pembelian yang direncanakan dapat menghasilkan pembelian yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan, sementara keputusan pembelian yang tidak direncanakan dapat menghasilkan pembelian impulsif yang tidak selalu diperlukan atau diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk mempertimbangkan dengan baik sebelum melakukan pembelian, terutama jika pembelian tersebut melibatkan pengeluaran yang cukup besar.

Spontanitas dalam Belanja Impulsif

Dalam perilaku belanja impulsif, konsumen melakukan pembelian tanpa direncanakan sebelumnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ini adalah spontanitas. Menurut Rook (1987), belanja impulsif terjadi karena konsumen merasa tertekan waktu dan memutuskan untuk membeli suatu produk tanpa mempertimbangkan konsekuensi selanjutnya.

Spontanitas ini juga dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lingkungan di dalam toko. Situasi dan kondisi yang menarik di dalam toko dapat meningkatkan ketertarikan konsumen untuk berbelanja dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian impulsif spontan di tempat. Beberapa karakteristik belanja impulsif antara lain aksi pembelian yang tergesa-gesa, tidak mempertimbangkan konsekuensi selanjutnya, serta tidak secara aktif melihat lebih rinci produk-produk yang dibeli.

Namun, penting untuk dicatat bahwa perilaku belanja impulsif tidak selalu menghasilkan keputusan pembelian yang buruk atau tidak rasional. Dalam beberapa kasus, pembelian impulsif dapat membantu konsumen untuk memperoleh kepuasan dan pengalaman yang positif. Namun, tetap disarankan untuk melakukan evaluasi matang sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian impulsif demi menghindari kerugian atau penyesalan di kemudian hari.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url